jump to navigation

Memulai Januari 21, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , ,
2 comments

“Hingga hari ini belum juga aku mulai, Cin.”

“Apanya yang belum kamu mulai?”

“Menulis daftar orang-orang sukses yang pernah aku temui?”

“Yang begituan kau pending saja dulu, Iz. Bukankah prioritas utama sekarang, bagaimana kamu menjadi penghafal sekelas Bunda Mayamu?”

“Iya juga sih, tapi teman-temanku sudah pada sukses tuh. Mereka sudah berhasil berbagi dengan orang lain melalui tulisan-tulisan mereka.”

“Kamu jangan latah, Iz.  Mencapainya harus satu per satu. Fokuskan satu aktivitas dulu, baru kalau sudah kamu capai pindah ke aktivitas yang lain. Tata kembali niatmu, Jangan berbuat baik untuk diingat orang, tapi berbuatlah kebaikan agar dicintai ALLAH.”

“Maunya begitu, Cin. Tapi, belum sepenuhnya bisa.”

“Selalulah dicoba sejauh yang kamu mampu dan sebesar energi yang kamu miliki.”

“Insya Allah.”

Semoga Aku Bisa! Januari 10, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , ,
add a comment

“Hari ini aku puas-puasin tidur. Mengarungi dunia mimpi yang hiruk-pikuk.”

“Kenapa tidur?”

“Batuk, Cin. Dari  hari selasa tidak berhenti-henti.”

“Sudah minum wedang jahe dan madu?”

“Sudah setiap hari lagi.”

“Sabar aja, Iz. Nikmati saja. Allah lagi menguji kesabaranmu. Kalau kamu bandingkan nikmat sehatmu lebih banyak Allah berikan daripada nikmat sakitmu.”

“Iya juga sih. Tapi mengganggu aktivitas belajarku. Pelajaran yang belum aku baca menumpuk, Cin.”

“Tidak apa-apa, akan baik-baik saja, insya Allah.”

“Ujian final tinggal hitungan hari, Cin.”

“Iya, anggap saja itu cara Allah membimbingmu, memperhatikanmu, dan mengingatkanmu agar dapat lebih dewasa memanfaatkan waktu sehatmu dengan sebaik-baiknya.”

“Lalu bagaimana dengan belajarku?”

“Nikmati saja. Anggap ini masa karantina bagi kesiapanmu menghadapi ujian yang lebih besar bagi kehidupanmu.”

“Iya, tapi bagaimana?”

“Jangan tanya bagaimana. Tapi jalani dan nikmati saja. Rasakan setiap detail masa-masa pemulihan kesehatanmu sekaligus masa-masa peralihanmu menjadi dirimu yang baru. Diri yang berbeda dengan dirimu sebelumnya. Yakin dan terimalah ketentuan Allah ini. Agar kamu dapat mendapati dirimu benar-benar dirimu yang baru.”

“Semoga Aku bisa!”

“Aku yakin. Kamu pasti bisa!”

“Semoga. Amiiin.”