jump to navigation

Belajar & Berbagilah! Januari 12, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , ,
4 comments

“Gembira rasanya kembali bertemu dengan dengan Inah.”

“Inah teman SMAmu dulu itu bukan?”

“Iya. Ga nyangka bisa ketemu dia lagi. Dia tadi bawakan nasyid yang cukup mengharukan, Cin.”

“Nasyid tentang apa?”

“Nasyid ciptaannya sendiri. Tentang keheranannya dia terhadap manusia yang terlena dengan kehidupan dunia yang sementara.”

“Waw, pinter mencipta lagu. Hebat benar.”

“Dia memang penulis lagu berbakat. Sejak SD dia telah mulai mencipta lagu. Berbeda denganku yang sampai sekarang belum satu pun tulisan berhasil aku tulis dan dirasakan manfaatnya oleh orang lain.”

“Jangan begitu, Iz. Selama kamu mau belajar, pasti suatu saat orang lain akan merasakan manfaat dari belajarmu, asal kamu juga mau berbagi dengan tulus kepada mereka. Karena itu, belajar dan berbagilah!”

“Insya Allah.”

Iklan

Beban Apa, Iz? Januari 11, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , , , ,
add a comment

“Lega rasanya hari ini.”

“Apa gerangan yang telah kamu tuntaskan?”

“Beban terbesarku selama ini terbagi sudah.”

“Beban apa, Iz?”

“Beban dosa.”

“Yang benar saja kamu, Iz. Mana bisa dosa dibagi?”

“Maksudku, bukan dosanya yang dibagi, Cin. Selama ini ada beban yang aku sembunyikan dari teman-teman tentang masa laluku. Semalaman aku dapat mencurahkan semuanya kepada Saysa. Saysa menjadi pendengar yang sangat baik sekaligus penasehat yang hidup. Nasehatnya terasa hidup dalam setiap bahasa geraknya.”

“Owh, asal tidak salah orang saja tidak apa-apa kamu bagi beban itu. Namun, alangkah lebih baiknya kamu keluhkan kepada Sang Pengatur seluruh kejadian yang berlalu dalam setiap kehidupan manusia, dari yang sepele sampai yang besar sekalipun. Dosa masa lalu yang menjadikanmu terbebani itu, semestinya kamu tutup rapat. Tidak penting dan tidak ada gunanya diungkap. Bukankah setiap pagi dan sore kamu minta kepada Allah untuk menutup  aibmu dari orang lain?”

“Iya juga sih. Tapi sekarang aku merasa diriku lebih ringan membaginya dengan Saysa. Dia bukan tipe orang yang suka membicarakan orang lain. Aku yakin Saysa Amanah.”

“Semoga. Namun begitu, kamu harus ketahui, Iz. Ketergantunganmu kepada Allah belum kuat. Buktinya kamu masih lebih suka membagi kegundahan dan keresahanmu kepada selain-Nya.”

“Iya, Cin. Terus mau bagaimana lagi? Aku memberitahu Saysa tentang masa laluku yang kelam itu, tidak untuk bernostalgia. Tapi selebihnya aku butuh dari Saysa nasehat dan pandangannya. Selain itu agar Saysa lebih mengerti tentang diriku yang sebenarnya. Aku pernah melakukan kesalahan besar dalam hidupku. Sehingga aku dapat belajar dari hikmah yang dia petik dari kisahku itu.”

“Syukurlah kalau Saysa adalah pendengar dan penasehat yang baik. Semoga Allah tetap menutup aibnya, aibmu dan aib orang-orang muslim semuanya. Amiin.”

“Amiin.”

Semoga Aku Bisa! Januari 10, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , ,
add a comment

“Hari ini aku puas-puasin tidur. Mengarungi dunia mimpi yang hiruk-pikuk.”

“Kenapa tidur?”

“Batuk, Cin. Dari  hari selasa tidak berhenti-henti.”

“Sudah minum wedang jahe dan madu?”

“Sudah setiap hari lagi.”

“Sabar aja, Iz. Nikmati saja. Allah lagi menguji kesabaranmu. Kalau kamu bandingkan nikmat sehatmu lebih banyak Allah berikan daripada nikmat sakitmu.”

“Iya juga sih. Tapi mengganggu aktivitas belajarku. Pelajaran yang belum aku baca menumpuk, Cin.”

“Tidak apa-apa, akan baik-baik saja, insya Allah.”

“Ujian final tinggal hitungan hari, Cin.”

“Iya, anggap saja itu cara Allah membimbingmu, memperhatikanmu, dan mengingatkanmu agar dapat lebih dewasa memanfaatkan waktu sehatmu dengan sebaik-baiknya.”

“Lalu bagaimana dengan belajarku?”

“Nikmati saja. Anggap ini masa karantina bagi kesiapanmu menghadapi ujian yang lebih besar bagi kehidupanmu.”

“Iya, tapi bagaimana?”

“Jangan tanya bagaimana. Tapi jalani dan nikmati saja. Rasakan setiap detail masa-masa pemulihan kesehatanmu sekaligus masa-masa peralihanmu menjadi dirimu yang baru. Diri yang berbeda dengan dirimu sebelumnya. Yakin dan terimalah ketentuan Allah ini. Agar kamu dapat mendapati dirimu benar-benar dirimu yang baru.”

“Semoga Aku bisa!”

“Aku yakin. Kamu pasti bisa!”

“Semoga. Amiiin.”

Diupayakan Dong! Januari 9, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
2 comments

Biarkan senyumnya terus merekah… Senyum kejujuran dan ketulusan.. Allah, limpahkan padanya kebahagian.

“Pagi tadi doa itu sekilas terbaca mataku. Andai doa itu untukku.”

“Kamu tidak bisa tersenyum, Iz?”

“Belum bisa teresenyum dengan jujur dan tulus.”

“Diupayakan dong!”

“Selalu aku upayakan, namun selalu masih lebih sering terpaksa daripada tidaknya.”

“Kalau gitu anggap saja doa itu untukmu. Dan teruslah tersenyum sampai kamu bisa mengirim pesan kejujuran dan ketulusan yang sebenarnya.”

“Ok, insya Allah.”

Jangan Khawatir, Iz! Januari 8, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , ,
2 comments

“Bagaimana kabar Rima?”

“Dia sudah baikan dan sudah tidak bertingkah seperti anak kecil. Dia sudah mau mendengar nasehat teman-teman. Dan yang terpenting dia sudah mulai tahu bagaimana berinteraksi dengan baik.”

“Apa yang kamu lakukan, bisa secepat itu berubah?”

“Bukan aku. Saysa yang menasehatinya. Tidak ada yang bisa menandingi nasehat Saysa. Pasti orang yang dinasehatinya akan tunduk dan mengiyakan perintahnya. Saysa punya wibawa yang tidak dimiliki oleh sebagian besar kami. Dia hanya akan angkat bicara ketika dibutuhkan. Selain itu jangan harap kita akan mendapatinya mengeluarkan satu kata pun untuk hal-hal yang menurutnya tidak penting.”

“Pribadi yang unik dan luar biasa!”

“Begitulah Saysa. Sekali dia bicara tidak ada satu telinga pun yang tidak tertarik untuk mendengarkan nasehatnya.”

“Dia dari daerah mana, Iz?”

“Dia dari Solo, Cin.”

“Owh, tidak heran kalau dia begitu. Wong solo.”

“Ya tidak semua orang Solo begitu, Cin.”

“Tuti juga orang Solo. Tapi berbeda 180 derajat dengan Saysa.”

“Iya juga sih. Itu semua tergantung keluarga dan lingkungan yang telah membesarkannya.”

“Yup, betul sekali. Seperti halnya aku yang tumbuh dalam keluarga yang memberi ruang dialog dan cenderung memberi kebebasan memilih. Akhirnya aku menjadi sering kebablasan dalam memanfaatkan ruang dan waktuku.”

“Jangan khawatir, Iz! Kebiasaan yang mengakar dari kecil bukan berarti permanen dan tidak dapat kamu rubah.  Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan yang kamu miliki. Kamu juga mengetahui mana yang terbaik untuk kamu. Mempertahankan dan mengembangkan yang baik dan membuang dan mencerabut akar keburukanmu. Ganti dan tanam dengan benih kebaikan.”

“Tidak mudah membuangnya, Cin.”

“Hilangkan kata ‘tidak’, kata ‘mudah’ akan bekerja untuk memudahkannya.”

“Iya ya”

Belum Berhasil, Cin! Januari 7, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , , ,
2 comments

“Sungguh sangat lucu aku melihat diriku, Cin.”

“Apanya yang lucu, Iz?”

“Rasanya aja begitu, Cin.”

“Selalu saja kamu begitu, selalu saja kamu tidak berhasil mendefinisikan apa yang kamu rasakan.”

“Belum berhasil, Cin!”

“Eh iya. Lalu kapan kamu coba untuk berhasil, Iz”

“Ini juga dalam proses berhasil menemukan setiap episode yang hilang itu.”

“Episode apa? Mulai tidak nyambung ni pembicaraan.”

“Disambung-sambungkan saja, Cin. Episode yang pernah aku rekam dalam benakmu itu? Ayo sekarang munculkan!”

“Banyak sekali memori yang kamu benamkan dalam benakku. Kamu harus berikan kodenya, agar mesin pencariannya dapat dengan mudah menemukannya.”

“Episode cintaku dalam dunia Bunda Maya”

“Episode itu juga masih terlalu umum, karena dalam dunia Bundamu yang satu itu, banyak sekali kejadian yang tersimpan. Tolong yang spesifik.”

“Proses duplikasiku menjadi seorang penghafal ulung seperti Bunda Maya”

“Owh, episode itu cukup lama kamu tinggal dan biarkan. ok, ini hasil pencariannya. Cukup memprihatinkan. Kemungkinan untuk memperbaharuinya sangat kecil untuk berhasil.”

“Bukannya memberiku semangat. Malah membuatku pesimis.”

“Tidak begitu, Iz. Aku hanya membacanya dari dokumen lama yang baru saja berhasil kutemukan. Itu hanya berupa kesimpulan sementara. Tentu saja kesimpulan itu akan berubah, sesuai kemauanmu dan taqdir.”

“Ok, apa yang harus aku lakukan untuk berhasil memperbaharuinya?”

“Kesungguhan, penataan motivasi, membangun semangat secara kontinyu, dan selalu mengevaluasi secara rutin adalah syarat penting yang harus kamu penuhi.”

“Semangat sudah ada bahkan melimpah. Kesungguhan yang belum sepenuhnya aku miliki. Menata motivasi kayaknya tidak cukup mudah dan tidak susah juga. Mengevaluasi ini yang sama sekali aku belum pernah serius aku lakukan.”

“Kesungguhan tinggal kamu paksa untuk hadir. Mengevaluasi juga harus mulai kamu tancapkan tekadmu untuk melakukannya dengan serius. Dengan demikian kemungkinan untuk berhasil dan memperbaharui episode cintamu yang hilang itu akan cukup besar akan kamu rasakan dan nikmati dalam waktu dekat, insya Allah.”

“Semoga aku bisa memenuhinya, Cin!”

“Amiiiin!”

Mengajak Cinta Bicara Januari 7, 2010

Posted by F4iz in Uncategorized.
2 comments

Dunia Faiz merupakan duniaku dalam mengikat makna. Sebuah dunia yang ingin aku maknai dengan nilai-nilai dahsyat yang dimiliki oleh sebuah kata bernama: C I N T A. Dunia ini akan sangat hambar tanpa gumam, bisik, dan suara cinta. Aku ingin cinta yang bicara dalam setiap kejadian yang menyertai setiap detik kehidupanku. Kekuatan cinta yang akan merubah duniaku. Sebuah kekuatan yang akan menghapus detail kesemrawutan yang menghiasi ruang rasa, pikir, dan prilakuku. Dengan cinta aku berharap dapat merapikan sekian masa yang sempat aku biarkan berlalu tanpa makna.

Dengan demikian aku harus berusaha keras membuktikan pada dunia, bahwa cinta pun harus diajak bicara. Maka rasakan kemudian apa yang akan terjadi, ketika cinta bicara?!!!