jump to navigation

Gusarku Januari 31, 2010

Posted by F4iz in Lepas.
trackback

“Entah setan mana yang telah merampas ibaku pada orang yang tidak pernah mau mengerti orang lain!”

“Wah ada apa, Iz? kayaknya marah besar ya?”

“Tidak besar lagi, Cin. Ini bom yang meledaknya sudah kelewat batas waktunya.”

“Iya, kamu marah sama siapa?”

“Aku tidak marah sama siapa-siapa, aku marah kepada siapapun yang tidak mau mengerti orang lain!”

“Iya siapa yang tidak mau mengerti orang lain?”

“Banyak, Cin. Hampir semua orang di tempatku tidak mau mengerti aku.”

“Benar mereka yang tidak mengerti kamu atau malah sebaliknya kamu yang tidak mau mengerti mereka?”

“Hah. Aku tidak mengerti mereka? Maaf, Cin. Aku selalu mengabulkan apapun yang mereka mau dariku. Tapi mereka selalu serampangan bahkan sering mendzolimi aku.”

“Sebentar-sebentar, kamu tidak lagi sentimen sama salah seorang dari mereka?”

“Kurang apa coba, Cin. Semua yang mereka inginkan dari bantuanku telah aku persembahkan untuk mereka.”

“Mengapa gusar itu muncul pada dirimu, ketika mereka tidak membalas setimpal dengan apa yang kamu berikan untuk mereka? itu pasti karena ketulusan yang kamu punya belum sepenuhnya standar dalam ukuran penghambaanmu kepadaNya. Belajarlah untuk tidak menuntut apapun dari mereka, apalagi penghargaan atau penghormatan dari mereka sebagai balasan dari apa yang telah kamu lakukan untuk mereka. Jadikanlah Allah satu-satunya pembalas terbaik bagi apapun yang telah kamu persembahkan untuk mereka.”

“Waduh, malah aku yang disalahkan!”

“Karena memang cara berpikirmu salah, Iz.”

“Lalu aku harus bagaimana lagi, Cin? Terus terang aku menjadi tidak nyaman bersama mereka.”

“Berlatihlah sabar, Iz. Memang bersabar tidak mudah. Bahkan sangat mudah diucapkan daripada diupayakan untuk merealisasi. Namun, ketidakmudahan itu akan menjadi mudah jika kamu benar-benar mau menghias dirimu dengan sifat mulia itu. Jadikanlah perlakuan mereka itu motivasi untuk melatih dirimu sabar. Tata kembali niatmu setiap berbuat baik, hilangkan harapan agar mereka juga memperlakukan sama dengan apa yang kamu lakukan untuk mereka. Biarkan Allah yang membalas kebaikanmu, karena mereka tidak akan pernah punya cukup kuasa untuk membalas kebaikan yang dibuat olehmu. Begitu juga sebaliknya kamu tidak akan pernah mampu membalas sama kebaikan yang mereka lakukan untukmu.

Anggap saja itulah kemampuan yang mereka miliki untuk membalas kebaikanmu. Jangan pernah menuntut lebih dari mereka yang tidak jauh beda denganmu yang tidak memiliki cukup energi membalas kebaikan yang diberikan dengan kebaikan yang sama. Selain itu anggap semua yang terjadi adalah teguran bagimu, agar kamu kembali mengevaluasi dirimu.”

“Iya, Cin. Terima kasih. Akhirnya cukup ringan beban amarah yang beberapa hari ini terasa berat membebani diriku.”

“Begitulah amarah, Iz. Karena itu jangan pernah merasa nyaman dengan amarahmu itu. Maafkanlah mereka, ok!”

“Ok, Insya Allah!”

Iklan

Komentar»

1. darahbiroe - Februari 3, 2010

ijin mengamankan pertamaxxxxxxxxxxxx

berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasihhh

F4iz - Februari 16, 2010

Silahkan… 🙂

2. engkaudanaku - Februari 4, 2010

Iya, maafkanlah mereka Iz, ketenangan itu akan kembali engkau rasakan… 🙂

F4iz - Februari 16, 2010

Insya Allah.. 🙂

3. achoey - Februari 12, 2010

kamu makin bijak sobat

F4iz - Februari 16, 2010

Amiin…

4. Nisa - Februari 12, 2010

subhanallah.. renungannya apik mbk..

F4iz - Februari 16, 2010

Terima kasih. Semoga.

5. fachri - Februari 17, 2010

aduuh, kok bisa gitu si Is..?

F4iz - Februari 18, 2010

nyatanya begitu adanya…

6. maryam - Februari 17, 2010

oke cin … :mrgreen:
lucu bgt dah

F4iz - Februari 18, 2010

apanya yang lucu, mbak?

7. julianusginting - Juni 7, 2010

salam kenal…sekedar berkunjung.. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: